Author Archives: meyhantra

  • -

PENANGANAN DEMAM PADA BAYI DAN BALITA

Category : Kesehatan

A. PENGERTIAN DEMAM
Demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas suhu normal, dimana suhu normal berkisar 36° – 37°. Demam merupakan reaksi alamiah dari tubuh untuk melakukan perlawanan terhadap penyakit yang masuk di dalam tubuh.

B. PENYEBAB DEMAM
Umumnya demam disebabkan oleh masuknya kuman, bakteri atau virus kedalam tubuh yang bersifat patogen termasuk juga imunisasi. Demam dapat disebabkan oleh beberapa penyakit seperti tetanus, cacar, DBD, malaria, dan TBC. Demam ini biasanya memerlukan penanganan dokter. Demam yang disebabkan penyekit – penyakit ringan akan sembuh dengan sendirinya oleh karena adanya prlawanan dari dalam tubuh balita.

C. TANDA DAN GEJALA DEMAM
1. Suhu badan meningkat
2. Bayi atau balita cenderung rewel atau cengeng
3. Pandangan mata redup
4. Muka Pucat
5. Lesu atau Lemah

D. KOMPLIKASI DEMAM
Peningkatan suhu badan yang terus menerus dapat menyebabkan demam kejangatau “step“, oleh karena itu  demam dapat merangsang kerja syaraf sehingga jaringan otak terganggu. Lebih lanjut dari step, membuat lidah dapat tergigit dan saluran nafas tersumbat. Semakin sering bayi atau balita mengalami demem kejang, semakin besar kemungkinan mengalami penundaan pertumbuhan jaringan otak.

E. PERTOLONGAN PERTAMA DEMAM KEJANG PADA BAYI ATAU BALITA
1. Hindari rasa panik
2. Telungkupkan dan palingkan wajah bayi atau balita kesamping
3. Ganjal perut dengan bantal agar tidak tersendak
4. Pada balita, ganjal mulut dengan sendok yang dibungkus perban agar lidah tidak tergigit dan saluran nafas tidak tersumbat.
5. Lepaskan pakaian atau gunakan baju  yang tipis, dan basahi dengan air hangat untuk membantu menurunkan suhu badannya.
6. Jika kondisi anak tidak membaik, segera kedokter untuk penanganan lanjut

F. PENCEGAHAN DEMAM
1. Gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh meliputi :
Pemberian ASI sejak bayi lahir hingga usia 2 tahun, makanan tambahan yang bergizi dan variasi makanan yang baik.
2. Imunisasi untuk menghindari penyakit :
Dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh balita, tubuh akan memiliki antibiotik untuk melawan infeksi dan melindungi tubuh dari penyakit.

G. PERAWATAN DEMAM PADA BAYI DAN BALITA
1. Pengompresan
Yaitu dapat dengan air hangat atau dingin, namun sebaiknya dengan air hangat pada bagian tubuh seperti kening, leher, ketiak, atau lipatan paha.
2. Pemberian obat penurun panas
Dianjurkan karena dapat membantu menurunkan demam dan diberikan sesuai dengan dosis yang tertera dalam label obat.
3. Memberikan minum lebih banyak      4. Istirahat yang cukup
5. Jaga sirkulasi udara dalam kamar, jangan pengap atau terlalu dingin
6. Jangan membuat anak menjadi lebih stress

CARA MENGOMPRESS
1. Gunakan kain yang dibasahi terlebih dahulu usahakan kondisinya sedang – sedang saja tidak terlalu basah
2. Dapat menggunakan air hangat atau air dingin
3. Setelah dibasahi, letakkan kain dikening, lipatan paha, lipatan tangan
4. Bila menggunakan air hangat, pengompresan dilakukan sampai kain tidak terasa hangat lagi.


  • -

ASI EKSKLUSIF

Category : Kesehatan

1. Pengertian ASI Eksklusif

  Yang dimaksud ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI dari usia 0 bulan sampai 6 bulan, tanpa diberi tambahan  makanan lain seperti susu formula, air putih, bubur dan
  makanan padat lainnya (biskuit dan buah - buahan)

2.Manfaat ASI Eksklusif
a. Bagi Bayi

   - Meningkatkan daya tahan tubuh
   - Meningkatkan kecerdasan 
   - Meningkatkan jalinan kasih sayang dan ibunya 
   - Melindungi bayi dari infeksi karena ASI mengandung antibodi 
   - Mencegah atau menghindari dari alergi yang diberi susu sapi terlalu dini 
   - Mengurangi kecenderungan obesitas

b. Bagi Ibu

   - Merangsang kembali rahim seperti semul
   - Menjarangkan kehamilan
   - Ekonomis atau menghemat biaya pengeluaran
   - Mengurangi resiko terkena kanker payudara dan rahim
   - Meningkatkan kepercayaan diri dalam peran sebagai ibu

c. Bagi Keluarga

   - Praktis dan Ekonomis

3. Macam – Macam ASI
a. Kolostrum

   - Cairan berwarna kekuningan
   - Terdapat 2 - 3 hari pertama
   - Protein lebih tinggi dibandingkan lemak

b. Susu Transisi

   - Diproduksi setelah kolostrum sampai 2 minggu

c. Susu Matur

   -  Bagian ASI terbesar
   -  Semua kandungan zat gizi larut dalam air

4. Komposisi ASI
a. Zat Gizi yang sesuai untuk bayi

  1) Lemak
     Sumber Kalori utama dalam ASI adalah lemak. Sekitar 50% kalori ASI berasal dari lemak. Walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi, tetapi mudah diserap oleh bayi. ASI mengadung Omega 6 yang fungsinya sangat penting untuk pertumbuhan anak
  2) Karbohidrat
     Karbohidrat dalam ASI adalah laktosa. Laktosa mudah diurai saluran pencernaan.
  3) Protein
     Jenis protein asli berbeda dengan jenis protein susu sapi. Protein ASI lebih rendah dari susu sapi tetapi protein ASI mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi serta lebih mudah dicerna oleh susu bayi.
  4) Garam dan Mineral
     Terdiri dari natrium, kalsium, Vitamin A, B,C dan D

b. Mengandung Zat Protektif

  1) Laktobasilus bifidus
     Menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri e.Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi.
  2) Laktoferin
     Laktoferin adalah protein yang berkaitan yang berkaitan dengan zat besi
  3) Antibody

Langkah – langkah menyusui yang benar :

  1. Cuci tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan di sekitar puting duduk atau berbaring dengan santai.|
  2. Bayi diletakkan menghadap ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja. Kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu
  3. Cara melekatkan mulut bayi yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.
  Cara menyusui yang tidak benar dapat menyebabkan puting susu lecet. ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI dan bayi enggan menyusu.

Apabila bayi menyusu dengan benar maka akan memperlihatkan tanda -tanda :

  1. Bayi tampak tenang
  2. Badan bayi menempel pada perut ibu
  3. Mulut bayi terbuka lebar
  4. Dagu bayi menempel pada payudara ibu
  5. Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi
  6. Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan
  7. Puting susu tidak merasa nyeri
  8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
  9. Kepala bayi agak mengadah

Faktor – faktor yang mempengaruhi ASI

  - Frekuensi menyusui
  - Nutrisi ibu
  - Hormon - hormon tubuh, proklatin oksitosin
  - Psikologi
  - Mendengar bayi menangis
  - Mencium bayi dengan perasaan kasih sayang
  - Kondisi tenang

Kerugian dari susu buatan/formula

  a. Pengenceran yang salah
  b. Kontaminasi mikroorganisme
  c. Dapat menyebabkan alergi seperti muntah, diare, perut kembungd. 
  d. Penggunaan susu formula dengan indikasi yang salah
  e. Tidak mempunyai manfaat seperti ASI

REKANAN